Dua Kecelakaan Goweser di Bulan Juni Ini

Dua Kecelakaan Goweser di Bulan Juni Ini
June 15 11:52 2015 Print This Article

Di bulan ini mendapatkan 2 berita kecelakaan bersepeda. Keduanya hampir mirip. Mereka terjatuh pada turunan. Teman saya yang juga member group ini Pak Adityo Hidayat mengalami patah tulang belikat. Untungnya kepala terselamatkan karena menggunakan helm.

Yang berita kedua barusan minggu ini goweser Arif Usman Tohir meninggal dunia terjatuh di turunan waktu gowes ke cinomati/imogiri. Saya cek FB belum masuk group Jogja Gowes. Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga mendapat tempat mulia di sisi Nya. Almarhum Arif ini Jatuhnya pun ketika turunan. Ditemukan dalam kondisi luka parah di kepala.

Dalam kasus diatas ada 2 kemiripan :

1. Faktor Pengereman
Keduanya Terjatuh pada turunan dan dugaan karena pengereman. Pak adityo beberapa waktu sebelum gowes, merubah setting rem yg sebelumnya belum pakem dirubah menjadi pakem. Karena tidak terbiasa maka ketika turunan tajam, tiba2 rem nge-get akhirnya terjatuh. Demikian dengan mas Arif, dugaan sementara karena turunan tajam dia mengerem yang mengakibatkan terjatuh.
Pengalaman saya waktu pertama kali di ajak offroad turun di kecuraman lebh dari 45 derajat saya tiba-tiba PANIK, sampai lupa rem depan dan belakang. Saya keliru rem depan, akhirnya sepeda malah njungkel. Untung saya bs menjatuhkan diri ke samping. Sepeda sy biarkan jatuh kebawah. Itu pun untung hanya tanah biasa dan turunan pendek.
Saran kalau turunan siapkan diri untuk mengerem, jika tidak yakin maka TURUN dan TUNTUN saja. Dan ketika turunan panjang jangan pernah kasihan sama rem, biarkan rem panas, lebih baik sering ngerem, sehingga turun dengan kecepatan aman. Kalau turun di kaliurang saya pun biasa pegel tangan saya karena ngerem. Meskipun kita sudah biasa, ketika turunan yang penting adalah Fokus. Hindari berbincang2 pada turunan, karena kita harus fokus melihat kondisi jalan. Terutama untuk menghindari ada jalan rusak atau kendaraan lain. Sedikit tips Selalu posisikan tangan kita dalam kondisi siaga. Gunakan kedua rem depan dan belakang untuk pengereman yg efektif. Keliru rem depan itu awal bencana, gunakan rem belakang dengan kombinasi rem depan. Jangan ngerem mendadak terutama pada tikungan, lakukan sebelum itu.

2. Benturan di Kepala
Kedua kejadian ini mengalami benturan di kepala ketika jatuh. Mas adityo terlindungi helm. Dan helmnya sampai pecah karena benturan. Helm terpasang baik ketika digunakan sehingga tidak terlepas. Syukurlah Mas Adityo ini tidak mengalami gagar otak sama sekali. Sedangkan kejadian mas Arif ini saya mendapatkan informasi, almarhum tidak menggunakan helm ketika bersepeda.

Helm sudah jelas fungsinya, mengurangi resiko kepala kita dari benturan. Saya sendiri sudah memiliki pengalaman ketika jatuh pingsan sewaktu gowes di Jl Wates, diperkirakan dari luka yang saya alami kepala dan wajah saya yang pertama kali membentur aspal tetapi aman dan tidak gagar otak karena terlindungi helm.

Saya mengajak temen-temen ayuk, kita safety riding. Sebisa mungkin gunakan helm ketika gowes. Selain itu jika ada temen-temen kita yang masih newbie bersepeda, mari kita dampingi. Apalagi rute-rute yang dia belum paham, atau malah sedikit ekstrim untuk ukuran pemula.

Gowes bareng-bareng motonya kebersamaan. Berangkat bersama, sampai bersama. Kepuasan adalah ketika kita senang dan sehat bersama. Semoga group ini bisa jadi sarana kita untuk saling belajar.

Sekedar Sharing
Salam Gowes.

arif usman tohir2 arif usman tohir

kecelakaan sepeda

  Article "tagged" as:
  Categories:
view more articles

About Article Author

yuda putra
yuda putra

Bike Lover. Aktivits Social Media. Founder : Kotajogja.com dan EnsiklopediaIndonesia.com

View More Articles
write a comment

1 Comment

  1. eko eshape
    June 15, 12:07 #1 eko eshape

    Salam Gowes.

    Perlu disadari juga bahwa mengikuti aturan itu juga sangat perlu. Helm hanyalah alat pelindung diri, yang lebih penting adalah mengikuti aturan dengan baik dan cermat, sehingga tidak perlu jatuh dan helm tidak perlu pecah.
    Beberapa waktu yang lalu, dr Hendro bilang ada pesepeda yang lengkap pelindung dirinya tetapi meninggal karena jatuh dan tulang lehernya diperkirakan patah, bukan helmnya…

    Safety firts dimanapun anda berada, selalu fokus pada jalan !
    Pengalaman pahitku bisa dibaca disini http://eeshape.com/2014/12/09/risiko-bersepeda/

    Reply to this comment

Add a Comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.
All fields are required.